Home » Knowledge Base » Kakao dengan Naungan, atau Tanpa Naungan

Kakao dengan Naungan, atau Tanpa Naungan

Tanaman Muda Kakao Tanpa Pelindung by  Lukemhank Shk
Tanaman Muda Kakao Tanpa Pelindung by Lukemhank Shk

Penggunaan naungan pada tanaman kakao mengikuti asal tempat berkembangnya kakao yang tumbuh dibawah tegakan dan diantara pohon lain di Hutan. Seiring dengan perkembangan budidaya kakao yang intensif, naungan di tanaman kakao menyesuaikan dengan kondisi iklim dan tujuan perkebunan. Telah banyak terjadi, tanpa penaung ternyata mendapatkan pertumbuhan dan produksi tinggi, dan juga intensitas serangan hama penyakit dapat berkurang.

Sementara dengan naungan dalam praktek yang berbeda terlihat bahwa rentan terkena serangan busuk buah karena kelembaban dan cahaya matahari kurang menembus hingga di permukaan tanah, hal ini mempengaruhi kurangnya  buah oleh karena fotosintesis tidak optimal.

Dalam kaitannya dengan cahaya matahari dan proses fotosintesis, klorofil memiliki kemampuan untuk menyerap energi matahari untuk memecah molekul air menjadi oksigen dan hidrogen dalam proses reaksi terang (Kramer & Kozlowski, 1960)

Buah Kakao yang Hitam, tidak dapat dipanen karena terserang Penyakit Busuk Buah, dan Kekurangan Ungsur Hara

Tanaman kakao yang berada di bawah tegakan Pohon Durian

Pada kakao yang ternaungi, maka lambat laun akan menyesuaikan dengan arah datangnya cahaya yang cenderung kita lihat daun lebar lebar dan tinggi dengan warna hijau pekat. Hal ini karena upaya untuk menjangkau cahaya matahari secara luas. Kurangnya cahaya berarti juga mempengaruhi factor fotosintensis, nitrogen dalam daun. Secara singkatnya aktifitas ini juga akan mempengaruhi produksi, buah gugur, buah hitam pada tanaman kakao dan serangan busuk buah. Sayangnya ini menjadi ketidatertarikan petani . Tanaman kakao ada pelingdungnya, perlu dipangkas karena daun yang lebat mengurangi cahaya matahari sampai ke tanaman kakao dan menjadi sarang hama.

Baca Juga

Seiring dengan praktek pertanian kakao yang baik dan berkelanjutan, pakar senantiasa mendorong agar kebun petani kakao menggunakan pelindung. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban, mendorong agroforestry, dan juga tujuan jangka Panjang baik segi budidaya maupun dari factor iklim. Rekomendasi agar kakao produktif 25% tanaman terlindungi atau cahaya matahari mengenai kakao 75% dan selanjutnya 25% sampai ketanah.

Standar Sertifikasi seperti Rainforest Alliance, mensyaratkan agar kebun petani kakao Kebun dengan tanaman yang toleran terhadap naungan mengupayakan sistem agroforestri. Tutupan naungan dan keragaman spesies optimal sesuai dengan persentase seperti kakao 15%

Tanaman Kakao dengan Pelindung Kelapa dan Gamal

Tujuannya mendapatkan manfaat seperti mengurangi intensitas cahaya matahari terlalu tinggi, mengurangi serangan VSD, daun aktif mendapatkan cahaya matahari dan sekaligus kelembaban di kebun optimal. Tanaman dengan pelindung juga kaya akan ungsur hara, terutama dengan tanaman penaung  leguminose. Makin beragam tanaman penaung akan memberi nilai tambah, seperti nilai tambah ekonomi dengan tanaman kayu, tanaman buah seperti Pete, Jengkol dan Alpokat serta Durian.

Apakah Anda terbantu dengan artikel dan tulisan ini ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *